Dua Ruangan Belajar SMA 7 Mataram Lima Siswa Terluka
PENDIDIKAN
Kepala SMAN 7 Mataram, Ridha Rosalina, mengatakan empat siswa mengalami luka ringan dan telah mendapat penanganan di Puskesmas Pejeruk. Sementara satu siswa lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Kota Mataram untuk menjalani observasi lebih lanjut.
“Ada lima siswa yang terluka. Empat siswa mengalami luka ringan dan sekarang sudah pulang ke rumah masing-masing, sedangkan satu siswa dibawa ke Rumah Sakit Kota Mataram,” ujarnya.
Ridha menjelaskan bangunan yang roboh tersebut telah berusia lebih dari 20 tahun. Menurutnya, pihak sekolah tidak memperkirakan bangunan itu akan roboh karena secara fisik masih terlihat layak digunakan meski usianya sudah tua.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Syamsul Hadi, menyebut kejadian tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung pemerintah daerah.
“Ini tentu menjadi perhatian serius kami. Pemerintah daerah juga menanggung seluruh biaya pengobatan siswa yang menjadi korban,” katanya.
Syamsul menambahkan, robohnya ruang kelas tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan agar lebih memperhatikan kondisi fasilitas sekolah.
Ia juga meminta seluruh kepala sekolah di NTB untuk memeriksa kondisi bangunan sekolah dan segera melaporkan jika ditemukan kerusakan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,"tegasnya.(MJ)
Komentar
Posting Komentar