Tradisi Nyorong Suku Samawa, Simbol Kebahagiaan Dua Keluarga Hijrah 1 Dengan Olat Rora

BUDAYA DAERAH
Tradisi Nyorong Suku Samawa, Simbol Kebahagiaan Dua Keluarga Hijrah 1 Dengan Olat Rora

SUMBAWA BESAR,matajitunews.co.id,(12 Juni 2026) - Suku Samawa di Pulau Sumbawa memiliki  beragam Budaya. Satu di antaranya ialah Nyorong, Sebagaimana yang di laksanakan Oleh Mempelai Pengantin Laki Dari  Hijrah 1 Desa Hijrah, Kecamatan Lape  ke Kediaman Pengantin Wanitanya di Dusun Olat Rora,Desa Usar,Kecamatan Plampang.
Kabar foto: Benyerahan Barang Bawaan Secara Simbolis Oleh Ibu Pengantin Laki Kepada Ibu Pengantin Wanita

Nyorong merupakan rangkaian dari prosesi pernikahan Alam - Yuni.

Dengan cara, mengantarkan barang dari keluarga Pengantin laki-laki ke Pengantin perempuan.

Barang yang di antar berupa bahan kue, bahan makanan, pakaian hingga tempat tidur.
Sejumlah Barang Bawaan Rombongan Nyorong

Upacara Nyorong dilakukan untuk menjalin silaturahmi antara kedua keluarga dari pengantin.

Tradisi ini berlangsung, setelah beberapa pase adat dilaksanakan  seperti bajajag, bakatoan, basaputis.

Maka setelah beberapa prosesi di atas dilaksanakan, barulah acara nyorong berlangsung.

Bagi masyarakat Sumbawa, nyorong tanda penghormatan laki-laki terhadap wanita yang akan dinikahinya.

Perbedaan prosesi Nyorong dengan prosesi seserahan, pada umumnya adalah tradisi adat ini dilakukan dengan ramai-ramai.

Umumnya, orang-orang yang terlibat dalam tradisi ini menggunakan pakaian adat  Samawa.

Nyorong biasanya diiringi alat musik tradisional khas Sumbawa seperti Ratip, gong dan genang.



Ketika pihak laki-laki tiba di tempat mempelai perempuan, biasanya ditahan dulu sebelum masuk.

Salah satu dari tokoh masyarakat, harus melantunkan lawas atau rabalas lawas dengan pihak perempuan.

Hal ini, bertujuan untuk memunculkan suasana keakraban dari kedua belah pihak.

Setelah itu di lanjut dengan penyerahan barang yang dibawa rombongan dari mempelai pria.

Begitupun pihak wanita, menyambut kedatangan rombongan dengan ramai pula.

Pada saat prosesi, bahasa puitis Sumbawa dirangkai menjadi bait pantun yang indah atau Lawas Samawa.

Lawas biasanya, dilantunkan kedua belah pihak secara bergantian yang disebut dengan rabalas lawas.

Isi dari lawas, merupakan kata sambutan dari kedua pihak atas kebahagiannya menikahkan putra-putri mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satres Narkoba Polres Sumbawa Gerebek Rumah Tempat Transaksi Narkoba di Plampang, 5 Pemuda Diringkus,Sabu-Sabu Disita

Terjerat Judi Online, Seorang Pria Bobol Kantor SDN 3 Plampang, Pelaku Diringkus Polisi

Senyum Kiki Bersinar Terang Di Tengah Lautan Jemaah Calon Haji Sumbawa