Pelajar 14 Tahun Tenggelam di Bendungan Tiu Kulit
PERISTIWA
SUMBAWA BESAR,matajitunews.co.id,(12 Juni 2026)
–Musibah tenggelam kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sumbawa. Seorang pelajar berinisial AR (14), warga Dusun Unter Telang, Desa Maronge, Kecamatan Maronge, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Bendungan Tiu Kulit, Desa Simu, Kamis (11/6/2026).
Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Plampang Iptu Joko Wilopo membenarkan peristiwa tersebut. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah dilakukan pencarian oleh warga bersama aparat kepolisian.
Informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 11.00 Wita saat korban berpamitan kepada ibunya untuk bermain bersama sejumlah teman sekolahnya. Tidak lama kemudian, pihak keluarga menerima kabar dari teman korban bahwa AR tenggelam di area bendungan.
Mendapat informasi tersebut, warga setempat langsung bergegas menuju lokasi dan melakukan pencarian. Sekitar pukul 13.00 Wita, korban akhirnya ditemukan di area pembuangan bendungan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
“Korban ditemukan di area pembuangan bendungan dalam keadaan tidak bernyawa. Selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas Maronge untuk dilakukan pemeriksaan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Iptu Joko Wilopo.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diduga tenggelam setelah melompat dari pintu utama pembuangan bendungan. Korban diketahui tidak memiliki kemampuan berenang sehingga tidak mampu menyelamatkan diri saat berada di area perairan yang cukup dalam dan berarus.
Usai menerima laporan, personel Polsek Plampang langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, serta berkoordinasi dengan Unit Inafis Polres Sumbawa. Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana dalam kejadian tersebut.
Kapolsek Plampang juga mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua untuk mengetahui dan mengawasi lokasi bermain anak-anaknya. Hindari bermain di area bendungan, sungai maupun tempat berbahaya lainnya, khususnya bagi anak yang tidak memiliki kemampuan berenang,” tegasnya.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke rumah duka di Dusun Unter Telang, Desa Maronge, untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Redaksi Matajitunews
Komentar
Posting Komentar