Wabup H. Ansori Launching Peta Ketahanan Dan Kerawanan Pangan FSVA Kabupaten Sumbawa 2025.
DAERAH
Wabup H. Ansori Launching Peta Ketahanan Dan Kerawanan Pangan FSVA Kabupaten Sumbawa 2025.
98 Persen Desa di Sumbawa Tahan Pangan
SUMBAWA BESQR,matajitunews.id (24 Desember 2025). - Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara resmi melaunching Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) Kabupaten Sumbawa Tahun 2025 di Aula H. Madilaoe ADT Kantor Bupati Sumbawa, Selasa pagi.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa ini merupakan tindak lanjut amanat Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 10 Tahun 2022 dalam mendukung penyediaan informasi strategis pembangunan daerah di bidang ketahanan pangan.
Dalam sambutannya, Wabup H. Ansori menegaskan bahwa launching FSVA merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada publik bahwa kebijakan pangan dibangun berbasis data, analisis spasial, dan indikator terukur. FSVA harus menjadi rujukan bersama lintas sektor dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program pembangunan.
Berdasarkan hasil analisis FSVA 2025, Kabupaten Sumbawa secara umum berada dalam kondisi tahan pangan. Dari 165 desa, sebanyak 163 desa atau 98,79 persen berada pada kategori aman (Prioritas 4–6). Namun demikian, masih terdapat dua desa yang memerlukan perhatian khusus, yakni Desa Mungkin Kecamatan Orong Telu dan Desa Buin Baru Kecamatan Buer.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa, Ir. Ahmad Yani, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan keberhasilan intervensi pemerintah daerah, di mana tidak terdapat lagi desa pada Prioritas 1 atau tingkat kerentanan tertinggi. Penyusunan FSVA, menurutnya, selaras dengan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta visi Presiden RI dalam Asta Cita, khususnya penguatan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.
Ia menjelaskan, kerentanan di dua desa tersebut dipengaruhi keterbatasan akses transportasi, air bersih, layanan kesehatan, rasio lahan pertanian, serta sarana ekonomi masyarakat. Ke depan, pemerintah daerah akan memfokuskan intervensi pada penguatan infrastruktur, penyediaan air bersih, layanan kesehatan desa, pengembangan pertanian, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Penyusunan FSVA 2025 menggunakan enam indikator komposit yang mencakup tiga pilar utama, yakni ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan, sebagai dasar pengambilan kebijakan ketahanan pangan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.(MJ)
Komentar
Posting Komentar