Bandara Lunyuk Masih Terdaftar Di Asosiasi Transportasi Udara Internasional

DAERAH NASIONAL


Gubernur NTB Tinjau Bandara Lunyuk
Setelah Meninjau Progres Perbaikan Jalan Ruas Lenangguar-Lunyuk.

SUMBAWA BESAR,matajitunews.co.id,(16 Mei 2026) 
-Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menutup kunkernya dg mengunjungi Bandar Udara Lunyuk, yg berlokasi di Desa Perung, Kec. Lunyuk. Kab. Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. 
Bandar udara yg dibangun di atas lahan milik Pemkab Sumbawa, seluas 11 hektar ini, memiliki landasan pacu (run way), yg terbuat dari beton, sepanjang 850 meter x lebar 45 meter ini, diresmikan oleh Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI, Marsekal Madya (Purn), Kardono, pada 3 Januari 1978.

Saat itu, Bandara Lunyuk ini, diaktifkan sbg pangkalan bantuan logistik, pangan, obat2an, dan regu penolong. Pasca gempa dahsyat, berkekuatan 8,3 SR, yg menimbulkan gelombamg tsunami hebat, yg menghantam pesisir Selatan Kab. Sumbawa, pd Jum'at 19 Agustus 1977. Yg menimbulkan korban dan kerugian material yg cukup besar. 

Hingga pertengahan tahun 1980-an, Bandara Lunyuk ini, pernah aktif sbg bandara perintis, yg melayani penerbangan jarak pendek, Lunyuk-Sumbawa Besar, Lunyuk-Bima, Lunyuk-Lombok, dan Lunyuk-Bali. Menggunakan pesawat berbaling2 tunggal, jenis Cassa 212, atau pesawat jenis lainnya, dengan bobot yg sama. 

Walau sudah cukup lama tidak aktif, Bandara Lunyuk masih terdaftar di asosiasi transportasi udara internasional atau 
International Air Transport Association (IATA) dg Kode LYK, dan juga terdaftar di organisasi penerbangan sipil internasional atau International Civil Aviation Organization (ICAO) sebuah lembaga  penerbangan sipil di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dg Kode : WADU.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal berharap, bila bandara ini dapat dihidupkan, maka akan mempersingkat waktu tempuh antara Lunyuk-Sumbawa Besar yg bila lewat darat memerlukan waktu 3 jam menjadi 30 menit, dan jarak antara Lunyuk-BIL yg butuh waktu lewat darat antara 8 hingga 9 jam menjadi cuma 1 jam penerbangan. 

Kecamatan Lunyuk degan potensi yang dimilikinya, seperti sumberdaya alam, hasil bumi, pertanian, perkebunan, perikanan kelautan dan peternakan, serta beberapa destinasi wisata menarik, baik panorama alam daratan dan pantai, memerlukan jenis transportasi udara yg dapat memperpendek jarak dan mempersingkat waktu. 

Efektifitas dan efesiensi menjadi daya tarik bagi para investor dan wisatawan utk berkunjung maupun berinvestasi. Bila bandara perintis ini dapat dihidupkan, maka dapat mempercepat pergerakan orang, angkutan barang dan jasa, guna percepatan akses pembangunan perekonomian wilayah selatan Kabupaten Sumbawa. 

Terlebih jika PT. Amman Mineral telah mulai beroperasi di Blok Elang, Dodo Rinti. Utk itu, Gubernur NTB, akan berkoordinasi dengan pihak manajemen PT. Amman Mineral untuk membicarakan masalah tersebut. 

Semoga suatu saat, akses transportasi udara ini wilayah selatan ini dapat kita hidupkan dan kita kembangkan di masa yang akan datang,"tutup Gubernur NTB.(MJ)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satres Narkoba Polres Sumbawa Gerebek Rumah Tempat Transaksi Narkoba di Plampang, 5 Pemuda Diringkus,Sabu-Sabu Disita

Senyum Kiki Bersinar Terang Di Tengah Lautan Jemaah Calon Haji Sumbawa

Lagi Sat Resnarkoba Polres Sumbawa Ringkus Bandar Sabu di Plampang, 17 Poket Barang Bukti Diamankan