Ayah dan Anak Tewas Tersengat Listrik saat Cor Pondasi Rumah

DAERAH

BIMA,matajitunews.co.id,(14 Mei 2026)  - Peristiwa tragis menimpa dua warga Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Rabu 13 Mei 2026. Seorang ayah dan anak dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat bekerja melakukan pengecoran pondasi rumah di Desa Ngali, Kecamatan Belo.

Kedua korban masing-masing bernama Arifin Ahmad (57), seorang tukang batu, dan anaknya Ariyansyah Putra alias Adi (26), mahasiswa. Keduanya merupakan warga RT 01 Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima.

Kapolsek Belo Iptu Johansyah menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.15 WITA di rumah milik Asri, Sekretaris Desa Ngali, yang berlokasi di RT 07 RW 02 Desa Ngali.

Menurut keterangan saksi, saat itu para pekerja tengah melakukan pengecoran pondasi tiang rumah. Pekerjaan dilakukan oleh satu kepala tukang dan tiga buruh bangunan.

"Sebelumnya para pekerja selesai melakukan pengecoran pondasi tiang pertama dan kemudian melanjutkan ke pondasi tiang kedua," kata Iptu Johansyah.

Saat proses berlangsung, Ariyansyah Putra alias Adi berada di bagian atas sambil memegang besi tiang cor menggunakan kedua tangannya. Diduga karena beban besi yang cukup berat ditambah hembusan angin, posisi besi cor menjadi tidak stabil hingga menyentuh bagian atap rumah milik warga bernama Ibnu yang dialiri listrik.

Kontak antara besi cor dan aliran listrik tersebut menyebabkan Ariyansyah langsung tersengat arus listrik.

Melihat anaknya tersengat listrik, Arifin Ahmad yang berada tidak jauh dari lokasi spontan berusaha memberikan pertolongan. Namun nahas, ia juga ikut terkena sengatan listrik hingga terpental ke dalam lubang pondasi.

"Korban Arifin ditemukan dalam posisi terlentang di dalam lubang pondasi dengan kepala menghadap ke selatan," ujar Kapolsek.

Sementara itu, Ariyansyah sempat tidak sadarkan diri sambil masih memegang besi tiang cor sebelum akhirnya terjatuh ke dalam lubang pondasi dalam posisi jongkok.

Akibat kejadian tersebut, Ariyansyah mengalami sejumlah luka di bagian dada kiri, mata kanan dan dahi kanan. Kedua korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Adapun saksi-saksi yang dimintai keterangan dalam peristiwa tersebut antara lain Asri (48), Sekdes Ngali, M. Saidin (56) selaku kepala tukang, serta dua warga lainnya yakni Fajrin (24) dan Abi (24).

Pihak kepolisian dari Polsek Belo telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan para saksi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap jaringan listrik di sekitar lokasi pekerjaan konstruksi guna menghindari kejadian serupa terulang kembali.(MJ)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satres Narkoba Polres Sumbawa Gerebek Rumah Tempat Transaksi Narkoba di Plampang, 5 Pemuda Diringkus,Sabu-Sabu Disita

Senyum Kiki Bersinar Terang Di Tengah Lautan Jemaah Calon Haji Sumbawa

Lagi Sat Resnarkoba Polres Sumbawa Ringkus Bandar Sabu di Plampang, 17 Poket Barang Bukti Diamankan