Seorang Petani Ditikam Buruh Pendatang Asal Sumba NTT, Polisi Buru Pelaku
DAERAH
DOMPU,Matajitunews.id, 13 Maret 2026).– Dilansir dari Dompu Update, peristiwa berdarah terjadi di Dusun Kesi, Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu pada Senin (09/03/2026) sekitar pukul 19.00 WITA. Naas seorang petani setempat berinisial AS (23) menjadi korban penikaman yang diduga dilakukan oleh seorang buruh Pendatang petik jagung asal Sumba, NTT, berinisial LD.
Berikut kronologi Kejadian yang bermula saat korban AS bersama rekannya NT (18) hendak masuk ke halaman rumah orang tuanya. Namun, akses pintu gerbang terhalang oleh empat orang buruh pendatang yang sedang duduk di situ.
Korban sempat meminta jalan secara baik-baik, namun tidak dihiraukan. Kesal karena permintaannya diabaikan, korban sempat melontarkan teguran, "Kalian mau jadi preman ya?". Perselisihan memuncak ketika terjadi aksi dorong dan pengeroyokan terhadap korban. Meski sempat menghindar untuk mengambil alat bela diri, korban nyatanya sudah terkena tusukan di bagian pinggang belakang.
Tindakan Kepolisian
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Kempo, IPTU Agustamin, S.H., bersama personel segera bergerak ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan meredam ketegangan. Korban AS langsung dilarikan ke Puskesmas Kempo oleh warga setempat guna mendapatkan perawatan intensif.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku LD dan rekan-rekannya yang melarikan diri setelah kejadian.
Himbauan Cegah Konflik Horizontal
Kapolsek Kempo menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara tegas sesuai hukum yang berlaku. Ia mengimbau dengan keras agar keluarga korban dan masyarakat setempat tidak melakukan aksi balas dendam yang dapat memicu konflik horizontal antara warga lokal dan pendatang.
"Kami terus memantau situasi dan melakukan penggalangan terhadap tokoh masyarakat serta pemerintah desa agar tetap kondusif. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional sehingga kasus ini tidak meluas menjadi konflik yang lebih besar," tegas IPTU Agustamin.(MJ)
Komentar
Posting Komentar