Sempat Dilaporkan Hilang, Seorang Pria Ditemukan Meninggal Gantung Diri Dipohon Bambu
MATARAM,Matajitunews.id.,(10 Maret 2026) – Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Sandubaya bersama Unit Identifikasi Sat Reskrim Polresta Mataram melakukan evakuasi terhadap seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di pinggir sungai kawasan Lingkungan Kebun Babakan Gontoran, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (8/3/2026).
Kapolsek Sandubaya AKP Niko Herdianto menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat dalam kondisi tergantung pada pohon bambu yang berada di tepi sungai dengan ketinggian sekitar empat meter. Korban diketahui bernama I Dewa Made Angga W (21). Sebelumnya, korban sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak 1 Maret 2026.
“Korban ditemukan pertama kali oleh warga dalam posisi tergantung di pohon bambu. Berdasarkan temuan awal di lokasi, dugaan sementara korban meninggal dunia karena gantung diri,” ujar Kapolsek Sandubaya dalam keterangan resminya, Senin (9/3).
Penemuan tersebut bermula ketika warga yang melintas di sekitar lokasi melihat sosok tubuh manusia dalam kondisi mencurigakan di area pinggir sungai. Setelah dilakukan pengecekan lebih dekat, warga memastikan bahwa korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian segera menginformasikan kepada warga lainnya sekaligus menghubungi pihak keluarga korban. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban telah mengalami pembengkakan dan mengeluarkan bau tidak sedap, yang diduga karena sudah beberapa hari berada di lokasi tersebut.
Mendapatkan laporan dari masyarakat, personel Polsek Sandubaya bersama Tim Identifikasi Sat Reskrim Polresta Mataram langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP serta proses identifikasi awal terhadap korban.
“Selanjutnya petugas melakukan evakuasi terhadap jenazah korban untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga,” terang Kapolsek Sandubaya.
AKP Niko menjelaskan bahwa pihak kepolisian sempat menyarankan dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Namun, dari pihak keluarga korban memutuskan untuk menolak proses tersebut.
“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah serta ujian bagi keluarga,” jelas AKP Niko Herdianto.
Setelah seluruh proses identifikasi dan evakuasi selesai dilakukan oleh petugas, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan adat dan kepercayaan keluarga.
Kapolsek Sandubaya turut mengimbau masyarakat agar tetap peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan kejadian yang mencurigakan ataupun peristiwa darurat di lingkungan masing-masing. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat penting dalam membantu aparat kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
“Jika masyarakat menemukan kejadian yang mencurigakan ataupun peristiwa darurat di lingkungan sekitar, segera laporkan kepada aparat kepolisian agar dapat segera ditangani,” tutup AKP Niko.(MJ)
Komentar
Posting Komentar