Penemuan Orok Bayi Laki-Laki Terbungkus Plastik Di Pinggir Jalan

Beranda > Berita
DAERAH


Polisi Lakukan Olah TKP 
26 January 2026 - 10:40 WITA


Redaksi matajitunews27januari2026-boerhanmatajitu

Lombok Tengah, matajitunews.id. (27 Januari 2026). – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui jajaran Polsek Pujut tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait penemuan orok bayi berjenis kelamin laki-laki di pinggir Jalan Bypass, Dusun Jomang, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu pagi, 25 Januari 2026, sekitar pukul 06.50 WITA dan sempat menggegerkan warga setempat serta para pengguna jalan.

Kapolsek Pujut, IPTU M. Muhtar, menjelaskan bahwa orok bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh dua orang remaja, Firman Siagian Saputra (19) dan Sigit Sugianto (15), warga Dusun Kadik, Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut. Saat itu, keduanya sedang menuju area persawahan untuk mencari jamur dan melintasi jalur bypass.

“Ketika melintas, saksi melihat sebuah bungkusan plastik berwarna biru di pinggir jalan. Karena merasa curiga, bungkusan tersebut dibuka dan ternyata berisi orok bayi,” ujar IPTU Muhtar saat dikonfirmasi.

Usai mengetahui isi bungkusan, kedua saksi sempat memindahkan plastik tersebut sekitar tiga meter dari lokasi awal penemuan. Mereka kemudian memberitahukan temuan itu kepada warga yang sedang berolahraga di sekitar lokasi serta para pengendara yang melintas, sebelum akhirnya melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, aparat Polsek Pujut bersama Polres Lombok Tengah segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga berkoordinasi dengan Puskesmas Sengkol guna penanganan awal terhadap orok bayi tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, bayi diperkirakan lahir pada rentang waktu pukul 03.00 hingga 04.00 WITA. Sementara waktu kematian diperkirakan terjadi sekitar dua jam sebelum orok bayi ditemukan di lokasi.

“Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan sekitar 1,1 kilogram, panjang tubuh 40 sentimeter, dan diperkirakan berusia enam bulan dalam kandungan atau termasuk kategori bayi berat badan lahir rendah (BBLR),” jelas IPTU Muhtar.

Lebih lanjut, pihak kepolisian menemukan adanya handscol atau peralatan medis yang terpasang pada bagian pusar bayi, yang diduga digunakan saat proses persalinan. Kondisi tubuh bayi diketahui telah dibersihkan atau dimandikan. Namun, ditemukan sejumlah memar di bagian leher serta betis kiri dan kanan.

“Memar tersebut diduga kuat akibat proses persalinan yang tidak wajar. Hal ini masih kami dalami melalui pemeriksaan lanjutan,” tegasnya.

Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, orok bayi tersebut kemudian dibawa oleh Tim Inafis Polres Lombok Tengah bersama personel Reserse Kriminal ke Rumah Sakit Bhayangkara guna dilakukan autopsi dan pemeriksaan medis mendalam.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini, termasuk dugaan orang tua bayi, agar segera melapor ke pihak berwajib. Informasi dari masyarakat dinilai sangat penting untuk mengungkap secara terang peristiwa tragis tersebut.(MJ)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satres Narkoba Polres Sumbawa Gerebek Rumah Tempat Transaksi Narkoba di Plampang, 5 Pemuda Diringkus,Sabu-Sabu Disita

Senyum Kiki Bersinar Terang Di Tengah Lautan Jemaah Calon Haji Sumbawa

Lagi Sat Resnarkoba Polres Sumbawa Ringkus Bandar Sabu di Plampang, 17 Poket Barang Bukti Diamankan