BudayaTradisi Gunting Bulu, Warisan Turun-temurun

Budaya
Tradisi Gunting Bulu, Warisan Turun-temurun
Proses gunting bulu/potong rambut Putra Sayapruddin,S.Pd dan Nana Ernasusanti,S.Pd

Redaksi   : Matajitunews.co.id
Editor       : Boerhan

SUMBAWA BESAR,Matajitunews.co.id.(24-10-2025)  -Masyarakat Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki cara tersendiri untuk memperingati kelahiran. Dalam tradisi Sumbawa, terdapat banyak rangkaian proses adat dari masa mengandung hingga kelahiran. Salah satu tradisi yang hingga saat ini dilestarikan adalah Gunting Bulu.
"Gunting Bulu adalah tradisi pemotongan rambut bayi yang dilakukan secara simbolis. Rambut bayi tersebut akan diikat dengan untaian buah bulu yang terbuat dari perak dan kuningan.

Makna dan Tujuan Tradisi
Tradisi ini memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Sumbawa. Gunting Bulu menjadi simbol sekaligus harapan orang tua dan keluarga agar kelak anak tersebut dapat hidup mandiri, memiliki pemikiran yang jernih, dan mampu menyelesaikan persoalan dalam hidupnya.

Tradisi Gunting Bulu juga mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW. Pada zaman itu, bayi berusia 7 hari akan dicukur hingga gundul. Rambut yang dicukur kemudian ditimbang, dan berat rambut tersebut dikonversikan ke emas yang digunakan untuk membantu fakir miskin.

Tata Cara Pelaksanaan
Pelaksanaan Gunting Bulu dilakukan dalam posisi berdiri. Para tamu undangan yang diberi kesempatan untuk menggunting rambut bayi adalah tokoh masyarakat, pemangku adat, atau orang yang dituakan dalam keluarga tersebut.

Bayi yang dicukur rambutnya digendong oleh ayahnya untuk mengelilingi para tamu undangan. Tamu undangan yang lain membaca doa sambil menunggu giliran untuk memotong rambut bayi.


"Rambut yang telah dicukur akan diikat menggunakan benang, dengan setiap ikatan berisi tiga helai rambut. Setiap ujung rambut tersebut kemudian dilapisi dengan lilin atau malam untuk menahan agar tidak terlepas

Rambut yang sudah dipotong kemudian dikumpulkan menjadi satu untuk diletakkan di Tumpal Pucuk Rembung (kelapa muda berwarna kuning berukuran kecil yang dibentuk bergerigi, kemudian diisi air dan bunga setaman).(MJ)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satres Narkoba Polres Sumbawa Gerebek Rumah Tempat Transaksi Narkoba di Plampang, 5 Pemuda Diringkus,Sabu-Sabu Disita

Senyum Kiki Bersinar Terang Di Tengah Lautan Jemaah Calon Haji Sumbawa

Lagi Sat Resnarkoba Polres Sumbawa Ringkus Bandar Sabu di Plampang, 17 Poket Barang Bukti Diamankan