Langsung ke konten utama

Presiden Aliansi PPS: Tidak Ada Gerakan Rakyat, PPS Hanya Pepesan Kosong. Poto Tano Kita Lumpuhkan !

Oleh        : Matajitunews
Editor      : Boerhan

SUMBAWA BESAR,matajitunews 19 /06/2025.  — Presiden Aliansi Pembentukan Provinsi Sumbawa (PPS), Sahril Amin Dea Naga, menyerukan gerakan bahwa rakyat sebagai kunci utama untuk mewujudkan terbentuknya Provinsi Pulau Sumbawa (PPS).

Melalui orasinya yang begitu  semangat yang disuarakan  pada Acara PASAMADA di Lapangan Pejuang atau Pahlawan Sumbawa, Kamis, 19/06/ 2025.

Sahril Amin Dea Naga menegaskan bahwa perjuangan ini tidak bisa hanya bergantung pada dokumen atau janji-janji politik,"Tegasnya.

“Dikatakan DNA kita adalah DNA pejuang, dan darah kita adalah darah pejuang. Tanpa gerakan, maka terbentuknya PPS hanya pepesan kosong,” tegasnya di hadapangabungan massa.

Ia menyebutkan bahwa pada 26 Mei 2025 lalu, Aliansi PPS telah menggelar aksi besar yang berhasil mengguncang perhatian pusat. “Harapan kita, para tokoh dan masyarakat harus terlibat aktif dalam proses pembentukan PPS. Di tingkat pusat, proses sedang berjalan, namun masih terkunci oleh isu moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB),” ujarnya.

Dikatakan  hanya dengan  kekuatan rakyat atau people power yang bisa membuka jalan. Langkah nyata yang bisa diambil ke depan, adalah mengetuk hati lima bupati, anggota DPRD kabupaten/kota, dan provinsi untuk bersikap tegas dalam perjuangan ini.

Oleh karena itu Sahril tekankan pentingnya keterlibatan tokoh masyarakat dan wakil rakyat untuk turun langsung ke Poto Tano sebagai bentuk konsistensi atas dokumen dan komitmen yang sudah mereka tandatangani sebelumnya.

PPS lanjut Sahril, sudah layak menjadi provinsi. Bahkan secara proses berada di urutan pertama untuk kelengkapannya. Sayangnya, pusat mengabaikan dengan modus moratorium. Sebaliknya secara sepihak dan di saat yang sama justru membentuk DOB di Papua.

“Padahal kita tahu, secara kelayakan, kita berada di urutan pertama untuk terbentuk. Tapi kenapa Papua yang berada di urutan ke-35 bisa mekar? Karena ada gerakan rakyatnya. Maka kita pun akan melakukan gerakan rakyat dengan cara menginap di Poto Tano selama tiga hari. Kita lumpuhkan. Ini bentuk perjuangan,” katanya dengan nada lantang dan serius.(MJ)  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satres Narkoba Polres Sumbawa Gerebek Rumah Tempat Transaksi Narkoba di Plampang, 5 Pemuda Diringkus,Sabu-Sabu Disita

Senyum Kiki Bersinar Terang Di Tengah Lautan Jemaah Calon Haji Sumbawa

Lagi Sat Resnarkoba Polres Sumbawa Ringkus Bandar Sabu di Plampang, 17 Poket Barang Bukti Diamankan